Jogja atau Jatinangor? Dua-duanya adalah rumah bagiku. Bukan untuk disebut sebagai rumah pertama maupun rumah kedua. Pokoknya kedua tempat ini mengiringi langkahku sampai saat ini.
Jogja... kota yang begitu nyaman menurut versiku. Semenjak dulu, dari aku SD sampai bekerja dan usiaku 25 tahun, aku belum pernah meninggalkan kota ini untuk tinggal berlama-lama di kota lain. Di sini, kota yang dikenal dengan kota pendidikan ini memang khas dengan universitas ternama. Tak ketinggalan, suasana kotanya pun khas mahasiswa rantau, kuliner enak tapi murah, dan seabreg tempat-tempat menarik nan unik, yang begitu sayang untuk dilewatkan, atau bahkan ditinggalkan. *hiks,,,, hiks. Sampai-sampai lulus kuliah, aku masih sangat betah tinggal di kota ini dan berkarier di sini.
Jatinangor....!! Kota yang kedua aku sebutin ini, tadinya nggak pernah aku bayangkan ataupun aku tahu... Tapi, nyatanya saya berjodoh dengan daerah ini. Suami yang lebih dulu memutuskan membeli rumah mungil di pinggiran Bandung (yang sudah masuk Sumedang) ini, membuat saya pasrah untuk mengangguk dan berkata ya "baiklah.. saya mau ikut denganmu". Awalnya, saya membayangkan tinggal di kota Bandung yang dekat dengan keramaian, pusat-pusat perbelanjaan atau katakanlah tidak jauh dari kota. Namun, tabungan suami hanya cukup untuk membeli rumah mungil di Jatinangor saat itu (hiyaaaa jauuuh kalau ke kota).
Tak apa... aku pun menikmati gunung geulis yang menjulang tinggi di atas perumahan yang aku tinggali. Aku menikmati kokohnya gunung yang menjulang tinggi, setinggi angan dan harapanku akan kehidupanku kelak di sini. Dan di jatinangor ini pula... rumahku berada di dekat kawasan pabrik tekstil Rancaekek (tapi gak kena polusi coz dataran tinggi). Jadilah lingkunganku banyak karyawan pabrik.
Unpad, IPDN, ITB. Tiga kampus ini juga dekat dengan rumahku. Kadang, untuk melepas penat dan berburu kuliner ala mahasiswa aku pun menyambangi lingkungan kampus ini. Hem... apa yah bedanya sama mahasiswa jogja?? Nah yang ini belum nemu jawabannya. Pasar dadakan saat hari Minggu pun ada, mirip banget sama seputaran MASKAM UGM.
Jogja dan Jatinangor sama-sama istimewa bagiku. Jogja..... aku pasti akan sering pulang... dan Jatinangor..semoga di tempat ini, yang hampir setahun saya tinggali bersama suami di tahun-tahun selanjutnya memberikan kenyamanan dan kemandirian untuk kamu memperjuangkan hidup (lebay)
Suamiku ... ^.^ makasih cint.. tinggal di rumah kita di jatinangor memang bisa menjauhkan kita dari budaya hedonisme (cukup irit) sekaligus menikmati udara gunung yang belum banyak terkontaminasi oleh polusi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar