Mengenai Saya
- Dewi Novia
- editor, penulis, suka banget sama dunia anak-anak,cerewet kadang-kadang kalo mau cerewet
Selasa, 15 Mei 2012
Senang Jadi Editor? Mengapa Tidak!
Meneliti satu demi satu aksara, metani dalam istilah Jawa, dan membahasakan tulisan yang masih sarat dengan bahasa lisan, atau melogiskan kalimat dari yang tidak logis menjadi logis, bahkan sampai ke ranah menilai isi sebuah buku apakah layak atau tidak diterbitkan. Wkwkwkwkw... seabreg ya pekerjaan editor itu? Tidak berhenti sampai di situ, terkadang mata saya dibuat juling karena mencocokkan foto satu-satu dan menyesuaikannya dengan kebutuhan naskah.. Hiyaaaaaaaaaaaaaaaa.....* But i love my activity as an editor.
Entah memang Allah menjodohkan saya untuk mencari rezeki dari sini, atau memang ternyata kecintaan saya di dunia aksara ya? Terkadang, dengan pekerjaan seabreg ala editor itu tak jarang saya berselisih paham dengan penulis *lalu mereka bilang saya ribet, ndremimil atau apalah disebutnya. Tapi ya, harus seperti itu, supaya bukunya mempunya value dan berkualitas.
Dunia editor memang tak terpisahkan dengan penulis, bahkan, melalui mata batin editor pun terkadang naskah bagus bisa dipesan ke penulis sesuai dengan taste editor yg bersangkutan dan nyatanya jadilah buku best seller. Namun, gimana jika saya ditantang untuk uji nyali menulis satu buku (3 minggu) karena rata-rata menyuruh penulis menyelesaikan deadline 3 minggu dengan semena-mena dan marah-marah kalau melanggar deadline. *wkwkwkwkw tentulah saya angkat tangan" *nyadar. "Job saya ngedit mbak bukan nulis", *tepoks jidat langsung saat saya disindir salah seorang penulis.
Ya, dan semua pekerjaan itu selalu penuh dengan tantangan, kepuasan, juga kesenangan. Saya akan senang mengedit naskah-naskah ringan yang tentunya dekat dengan kehidupan keseharian dan hobi saya, tapi saya pun juga akan sangat senang dan tertantang untuk mengedit tulisan yang mengundang ketertarikan keingintahuan saya, atau pengetahuan-pengatahuan baru yang menarik.
Jika suatu ketika saya menemui ketidaksenangan dalam mengedit buku dengan tema tertentu, saya selalu mencari sisi-sisi kesenangan lainnya. Atau mengambil sisi positif dari hal baru yang akan saya temui dalam naskah itu. Dan benar saja, saya memang harus menyentuh naskah dengan kesenangan dulu, jika tidak "apa jadinya editan saya *tidak akan maksimal dan yang rugi penulis, juga perusahaan yang menghidupi saya.
Jadi yuk, menyenangi apa pun pekerjaan kita, menciptakan peluang-peluang baru dari pekerjaan yang kita minati sekarang, dan semoga semakin berkembang di jalur yang kita pilih sebagai pekerjaan kita itu.
Semangat!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar