Tak sabar rasanya menunggu hari
itu, ketika tangis si kecil hadir di dunia. Yah, sudah lebih dari setahun aku
dan suamiku menunggu-nunggu kabar bahagia tentang kehamilanku sejak aku menikah
April 2011 lalu.
Tadinya
sempat sedih, kenapa aku tak hamil-hamil. Dalam
masa-masa ini, saya pun jadi rajin mencari tahu tips supaya cepat hamil. Saya
pun mencari tahu aneka zat penting untuk kesuburan
dari website Ayah Bunda. Dari sana saya pun semakin yakin untuk mengkonsumsi
makanan-makanan itu juga suamiku.
Akhirnya,
kebahagiaan itu datang juga. Sebuah sore yang indah sehabis pulang kerja, aku
pun niat sekali melakukan testpack. Yup benar, ada dua garis dalam alat tes kehamilan,
sebagai pertanda bahwa aku positif hamil. Lalu, kami pun yakin kalau
benar-benar hamil setelah periksa ke dr. SpoG dan menurut bu dokter spesialis
kandungan tersebut aku positif hamil 2 week.
Hari-hari
bahagia bersama dedek kecil di perut akhirnya penuh kejutan. Tiap minggu selalu
saja ada hal baru yang aku rasakan. Mulai dari merasa neg dan mual di
usia kehamilan 2 bulan sampai 3 bulan hingga keinginan aneh atau yang
akrab dikenal ngidam. Sebagai wanita pekerja, saya pun tak ingin mual mengganggu aktivitas kerja. Namun, terkadang khawatir dengan obat antimual yang diresepkan dokter apakah aman untuk si dedek.
Jadilah saya rajin mencari informasi penggunaan obat anti mual untuk ibu hamil.
Selain itu,
karena ini kehamilan pertama, suami, orang tua, mertua, bahkan beberapa
tetangga jadi ikut mewanti-wanti saya untuk tidak makan ini dan itu. “Hati-hati
Nduk makannya, kandungannya masih rawan, jangan makan nanas,” kata orang
tua. Apa benar sih nanas itu tidak boleh dikonsumsi ibu hamil.
Berkat Ayah dan Bunda, saya jadi tahu, ternyata itu hanyalah mitos dan ibu hamil boleh makan buah nanas. Bahkan anggapan tidak boleh makan daging kambing, durian,
cumi-cumi, masakan pedas hanya mitos. Tidak ada yang dipantang ibu hamil,
asal tidak berlebihan. “Hore! Aku boleh makan apa pun kamu juga dek, asal sehat,”
selorohku waktu itu.
Kini
kejutan-kejutan dari dedek bayi di perut kian hari kian menakjubkan. Aku sudah
bisa merasakan tendangan-tendangan kecilnya. Mungkin si dedek bayi sedang asyik jumpalitan di dalam perut sana ya?
Nah, kalau sudah merasakan nyerinya, aku tidak boleh mengeluh.
Aku pun suka
mendengarkan musik untuk si dedek bayi. Sembari bekerja di kantor, kuputar saja musik klasik untuknya dan juga untukku.
Ceritanya, kami saling berbagi headset gitulah. Satu headset kutaruh di
telingaku satu lagi di perutku. Kita kompak banget kan? Terkadang teman kantor
yang melihat ketawa-ketiwi melihat tingkah bumil sepertiku ini. Apa pun pasti
kulakukan, mengingat pentingnya musik untuk stimulasi janin.
Aku dan suami
juga tidak ingin kehilangan moment-moment berharga saat kehamilanku ini. Setiap
bulan, saya selalu rutin melakukan USG untuk melihat
perkembangannya di dalam perut sana. Hem, ingin nangis rasanya setiap kali
dokter menjelaskan ini dan itu di monitor sambil melakukan USG.
Saya juga mencari informasi mengenai USG untuk kehamilan ini dari majalah Ayah Bunda.
Nah, ini foto saya saat sedang membaca majalah Ayah Bunda.
Sekarang usia
kehamilanku sudah 6 bulan. Selain
persiapan mental untuk menghadapi persalinan
nanti, aku pun mulai intip-intip beberapa baby shop untuk membeli baju
dan perlengkapan bayi. Di sini aku nggak boleh kalab juga ya, karena harus
hati-hati mempersiapkan segalanya termasuk keuangan. Tentulah, karena periksa
rutin kehamilan setiap bulan, nutrisi yang bagus, susu kehamilan, biaya
persalinan dan perlengkapan bayi itu tidak bisa dikatakan murah. Untuk
mengatasi semua ini, saya pun juga belajar banyak lho dari tips hemat belanja kebutuhan bayi. Andai
saja saya tidak jauh dari saudara dan orang tua, mungkin bisa juga sedikit
berhemat dengan memakai lungsuran anak sepupuku.
Sambil mempersiapkan segalanya menyambut si
buah hati, menikmati kejutan-kejutan aduhai di trimester tiga ini Ayah Bunda
pastilah selalu menjadi website langgananku. Apalagi banyak sekali nanti yang
harus kuketahui setelah tangis merdunya meluluhkan hatiku dan kuberikan asi
pertamaku. Yup, dan semua itu ada di Ayah Bunda, mulai dari bagaimana menyusuinya, pascamelahirkan,
sampai mengetahui pertumbuhan bayi. Rasanya sudah tak sabar, semoga
diberikan kelancaran untuk menjadi orang tua yang bisa mendidik dan merawatnya
kelak.
Terima kasih Ayah Bunda, hari-hari bersama
perut buncitku begitu berkesan dan istimewa bersamamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar